Visualisasi data merupakan salah satu cara untuk menyederhanakan konsep yang kompleks. Dalam titrasi asam-basa, perubahan pH terhadap volume titran dapat terlihat lebih jelas jika disajikan dalam bentuk grafik. Melalui grafik ini, kamu akan dapat mengenali titik ekuivalen dan perbedaan karakteristik titrasi berdasarkan kekuatan asam atau basa. Kegiatan ini akan membantumu melatih kemampuan abstraction, yaitu dengan merepresentasikan data numerik menjadi bentuk visual (grafik) untuk menyederhanakan informasi dan menarik makna penting dari pola tersebut.
Setelah melakukan kegiatan ini, diharapkan mampu membuat grafik titrasi dari data tabel, dapat menyederhanakan representasi data dalam bentuk visual, dan dapat mengidentifikasi bagian penting dari grafik titrasi.
Tujuan kegiatan ini diharapkan mahasiswa mampu menyusun langkah-langkah sistematis (algoritma) untuk menentukan konsentrasi titran dari data hasil titrasi.
Kegiatan ini akan mengeksplorasi dua jenis titrasi berbeda: titrasi antara asam kuat dengan basa kuat, dan titrasi antara asam lemah dengan basa kuat. Perhatikan dengan saksama data dan deskripsi berikut, lalu lakukan analisis lebih lanjut berdasarkan hasil yang tersedia.
🧪 Skenario 1: Titrasi Asam Kuat (HCl) dengan Basa Kuat (NaOH)
Sebanyak 25 mL larutan HCl 0,1 M dititrasi dengan larutan NaOH. Dari hasil titrasi, diketahui bahwa larutan mencapai titik ekuivalen saat volume NaOH mencapai 25 mL. Perubahan pH terjadi secara drastis dan cepat di sekitar titik ekuivalen. Grafik titrasi menunjukkan lonjakan tajam pH, menandakan netralisasi sempurna antara ion H⁺ dan OH⁻
🧪 Skenario 2: Titrasi Asam Lemah (CH₃COOH) dengan Basa Kuat (NaOH)
Sebanyak 25 mL larutan asam asetat (CH₃COOH) 0,1 M dititrasi dengan larutan NaOH. Titik ekuivalen tercapai pada volume NaOH sekitar 20 mL, namun perubahan pH berlangsung lebih lambat dibandingkan titrasi HCl–NaOH. Hal ini disebabkan oleh sifat asam lemah yang hanya sebagian terionisasi dalam larutan. Grafik titrasi menunjukkan kurva yang lebih landai sebelum titik ekuivalen dan nilai pH akhir yang berbeda.
Gunakan informasi yang tersedia untuk menyusun langkah-langkah perhitungan dalam menentukan konsentrasi NaOH jika pH awal dan volume titran diketahui.
Bandingkan kedua hasil yang diperoleh, lalu simpulkan perbedaan yang terjadi.