pH adalah ukuran kuantitatif yang digunakan untuk menunjukkan tingkat keasaman atau kebasaan suatu larutan. Dalam kimia larutan, pH menjadi indikator penting untuk memahami sifat zat, apakah bersifat asam atau basa. Nilai pH tidak hanya dipengaruhi oleh jenis zat penyusunnya, seperti asam kuat (HCl) atau basa kuat (NaOH) tetapi juga bergantung pada jumlah ion hidrogen (H⁺) atau ion hidroksida (OH⁻) dalam larutan, serta konsentrasi dan tingkat ionisasi zat tersebut.
Dengan kata lain, dua larutan yang berasal dari zat yang sama bisa menunjukkan pH yang berbeda jika:
Konsentrasi larutan:
Menunjukkan berapa banyak zat terlarut dalam satuan volume tertentu.
Konsentrasi tinggi berarti jumlah ion H⁺ atau OH⁻ dalam larutan banyak.
Kekuatan zat:
Zat kuat terionisasi sempurna dalam air (derajat ionisasi mendekati 100%).
Zat lemah hanya terionisasi sebagian (derajat ionisasi kecil, biasanya <10%).
Sebagai contoh:
Larutan HCl 0,1 M (asam kuat) memiliki pH sekitar 1.
Larutan CH₃COOH 0,1 M (asam lemah) memiliki pH sekitar 2,9.
Padahal konsentrasi kedua larutan itu sama, nilai pH yang dihasilkan sangat berbeda
Sekarang, saatnya kita mengeksplorasi lebih lanjut. Dalam pembelajaran ini, kita tidak hanya memahami hubungan konsentrasi dengan pH larutan secara teori, tetapi juga menerapkannya dengan cara berpikir yang sistematis dan logis melalui Computational Thinking (CT) pada website ini.